Menjelang Tahun Baru 2026, Harga Bahan Pokok di Pasar Senen Taba Lagan Turun

--

RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO  - Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Senen Desa Taba Lagan, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, terpantau mengalami penurunan. Kondisi tersebut terjadi dua hari sebelum tahun berganti dan dirasakan merata pada berbagai komoditas kebutuhan masyarakat.

Dari hasil pemantauan di lapangan, penurunan harga terjadi pada komoditas ayam ras, ikan, telur, hingga bawang merah dan bawang putih. Situasi ini disambut positif oleh masyarakat karena meringankan beban belanja rumah tangga menjelang akhir tahun.

BACA JUGA:Jelang Pergantian Tahun, Jagung Manis Langka, Ubi Jalar Dijual Rp7 Ribu per Kg

Sebelumnya, pada akhir September 2025, sejumlah bahan pokok sempat berada di harga tinggi. Cabai merah segar tercatat mencapai Rp60 ribu per kilogram, ikan nila Rp32 ribu per kilogram, bawang putih Rp44 ribu per kilogram, kentang Rp18 ribu per kilogram, ikan teri Rp74 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp28 ribu per kilogram, dan daging ayam ras Rp36 ribu per kilogram.

Sementara itu, pada Senin, 29 Desember 2025, harga di Pasar Senen Taba Lagan menunjukkan tren penurunan. Daging ayam ras dijual Rp34 ribu per kilogram, cabai merah Rp60 ribu per kilogram, ikan nila Rp28 ribu per kilogram, serta ikan tongkol Rp20 ribu per kilogram.

BACA JUGA:Masalah Sampah Masih Mendesak, DPRD Bengkulu Tengah Rencanakan TPA Terpadu

Pedagang daging ayam ras, Sumita, mengatakan penurunan harga dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan dari pengepul. Dengan stok yang melimpah, harga jual kepada masyarakat pun ikut menurun.

“Penurunannya sekitar Rp4 ribu sampai Rp5 ribu per kilogram. Saat ini barang memang sedang banyak, jadi harga turun. Tapi kami tidak rugi karena pembeli justru bertambah,” ujar Sumita.

BACA JUGA:Baru 11 Hari Bebas dari Lapas, Residivis Narkoba Kembali Terjerat Kasus Curanmor di Benteng

Hal senada disampaikan pedagang bawang putih, Astri Safitri. Ia menyebut pasokan bahan pangan dari luar daerah, khususnya dari Kabupaten Rejang Lebong, turut memengaruhi penurunan harga di pasaran.

“Pasokan dari luar daerah cukup banyak masuk ke Kota Bengkulu. Kami ambil barang sejak Minggu lalu dan memang stoknya melimpah, sehingga harga ikut turun. Saya juga menjual dengan harga yang sama di beberapa pasar di Bengkulu Tengah,” kata Astri.(one)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan