Jelang Pergantian Tahun, Jagung Manis Langka, Ubi Jalar Dijual Rp7 Ribu per Kg
--
RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO – Dua hari menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, penjual jagung manis di sepanjang jalur lintas Bengkulu–Kepahiang belum terlihat. Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana jagung manis biasanya sudah mulai banyak dijajakan beberapa hari sebelum malam pergantian tahun.
Pantauan di sejumlah wilayah menunjukkan hingga H-2 Tahun Baru, belum ada aktivitas penjualan jagung manis baik di pinggir jalan raya maupun di warung manisan. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, jagung manis sudah banyak tersedia bahkan sejak H-7 hingga H-5.
Berkaca pada tahun sebelumnya, harga jagung manis menjelang Tahun Baru berkisar antara Rp6 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan pasokan. Namun hingga saat ini, jagung manis tersebut belum juga masuk ke pasaran.
BACA JUGA:Masalah Sampah Masih Mendesak, DPRD Bengkulu Tengah Rencanakan TPA Terpadu
Salah seorang pemilik warung yang biasa menjual jagung manis saat Tahun Baru, Anuar, mengaku belum mendapatkan pasokan dari petani maupun toke langganan.
“Biasanya H-7 atau H-5 itu sudah ada toke datang bawa jagung pakai mobil. Sekarang ini sudah dua hari sebelum Tahun Baru, tapi belum ada juga yang datang,” ujar Anuar.
Hal serupa disampaikan Empri, pemilik warung manisan di Kecamatan Talang Empat. Ia mengatakan hingga kini belum menerima pasokan jagung manis seperti tahun-tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Jalan Rabat Beton hingga Polindes Masuk Prioritas Pembangunan Desa Pagar Besi Tahun Depan
“Biasanya ada toke dari luar daerah datang membawa jagung yang sudah dikarung. Tahun ini mungkin agak terlambat, sampai sekarang belum ada,” kata Empri.
Di tengah belum tersedianya jagung manis, ubi jalar kuning justru mulai dijajakan oleh sejumlah pedagang. Salah satunya Nur, penjual ubi jalar asal Kecamatan Taba Penanjung, yang mengaku menjual ubi jalar kuning dengan harga Rp7 ribu per kilogram.
“Jagung manis belum ada, yang kami jual sekarang ubi jalar kuning. Barangnya dari Kabupaten Bengkulu Utara, kami jual Rp7 ribu per kilo. Siapa tahu ada yang mau bakar atau rebus saat Tahun Baru nanti,” jelas Nur.
BACA JUGA:Curi Perhatian Saat Tampil di Maroba Malam Berbinar, Bupati : Karisma Layak Tembus Level Nasional
Para pedagang berharap pasokan jagung manis segera masuk dalam waktu dekat agar tradisi bakar jagung saat malam pergantian tahun tetap dapat dinikmati masyarakat.(one)