Anggaran Desa Menyusut, Kades Nakau Dorong Inovasi dan Kemandirian Desa
Elvi Febrianti, Kades Nakau--
RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO - Keterbatasan pagu anggaran Desa Nakau pada tahun anggaran 2026 menjadi perhatian pemerintah desa. Meski mengalami penyesuaian, pemerintah desa menegaskan tetap berkomitmen menjalankan program prioritas demi menjaga keberlanjutan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Desa Nakau, Elvi Febrianti, mengatakan bahwa kebijakan penyesuaian pagu anggaran desa merupakan keputusan dan kesepakatan yang telah ditetapkan oleh kementerian terkait. Kondisi tersebut, kata dia, harus diterima dan disikapi secara bijak oleh pemerintah desa.
“Itu sudah menjadi keputusan dan kesepakatan di kementerian yang terkait. Kita tetap mengupayakan dari pagu anggaran yang tersedia, dengan fokus pada program prioritas seperti ketahanan pangan, BLT, Proklim, kesehatan, urgensi, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Elvi.
Elvi menuturkan, meskipun anggaran desa terbatas, pemerintah desa tetap berupaya mengelola keuangan secara optimal dan akuntabel. Ia mengaku menerima kondisi tersebut dengan lapang dada karena dinilai dapat meminimalkan potensi persoalan dalam pertanggungjawaban anggaran.
BACA JUGA:Banjir Rendam Sawah Sri Kuncoro, 13 Hektare Dipastikan Gagal Panen
“Saya pribadi menerima dengan lapang dada karena memang sudah seperti itu keadaannya. Dengan anggaran yang lebih terbatas, kita juga bisa mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan dalam pertanggungjawaban sebagai kepala desa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Elvi menilai keterbatasan anggaran justru menjadi tantangan bagi para kepala desa untuk lebih kreatif dan inovatif. Menurutnya, desa tidak boleh sepenuhnya bergantung pada dana desa, melainkan harus mampu mencari terobosan dan peluang kerja sama untuk mendorong kemajuan.
“Bagi saya pribadi, ini justru menjadi tantangan bagi kepala desa untuk berpikir dan berinovasi, bagaimana caranya desa bisa maju tanpa bergantung sepenuhnya pada dana desa. Kita harus bergerak, membangun jejaring, serta mengusulkan program ke pihak provinsi maupun pusat agar desa bisa terus berkembang,” pungkas Elvi.(ryu)