Jalur Bukit Daun Ditutup Sementara, Kasat Lantas Bengkulu Tengah Imbau Pengendara Waspada
--
RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO - Sebuah informasi mengenai tanah longsor yang dikabarkan terjadi di kawasan Liku Sembilan, Kabupaten Bengkulu Tengah, viral di media sosial pada Jumat (31/10/2025) pagi. Informasi tersebut membuat sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat sempat menunda perjalanan karena dikabarkan jalan tertutup material longsor.
Namun setelah ditelusuri, kabar tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Pihak kepolisian memastikan bahwa kejadian tanah longsor memang terjadi, tetapi bukan di wilayah Liku Sembilan, Bengkulu Tengah. Lokasi sebenarnya berada di wilayah Bukit Daun, Kabupaten Kepahiang.
BACA JUGA:DLH Bengkulu Tengah: Rumah Makan Akan Dicek Ulang Terkait Pembuangan Sampah
Kepastian ini disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Bengkulu Tengah, IPTU Junita Anggraini, S.Kep., M.H., yang mengonfirmasi bahwa arus lalu lintas sempat terhenti akibat bencana alam di wilayah pegunungan perbatasan antar kabupaten.
“Ya, memang benar ada kejadian longsor, tapi lokasinya berada di wilayah Kabupaten Kepahiang, bukan di Liku Sembilan Bengkulu Tengah. Informasi ini sudah kami konfirmasi langsung, dan pihak di Kepahiang juga sudah menanganinya,” jelas Junita.
BACA JUGA:Camat Ferry Aprianto Instruksikan Pembuatan Spanduk Larangan Buang Sampah di Taba Mutung
Lebih lanjut, Junita menjelaskan bahwa selain tanah longsor, di lokasi tersebut juga terdapat pohon tumbang yang menutupi badan jalan, sehingga arus kendaraan sempat dihentikan sementara waktu hingga proses pembersihan selesai dilakukan oleh petugas.
“Bukan hanya longsor, tapi ada pohon tumbang juga. Karena pohon besar itu menutupi jalan, arus lalu lintas jadi macet dan sementara dihentikan untuk pembersihan,” tambahnya.
BACA JUGA:50 Calon Wasit dan Pelatih Voli Bengkulu Tengah Ikuti Penataran Resmi Dispora dan PBVSI
Junita juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi kawasan pegunungan seperti Bukit Daun dan Liku Sembilan, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
“Mau di Bengkulu Tengah ataupun di Kepahiang, pengendara tetap harus waspada. Kita tidak pernah tahu kapan bencana akan terjadi, jadi penting untuk berhati-hati saat melewati jalur rawan,” demikian Junita.(one)