DPP PKB Minta DPC dan DPW Berdiskusi Terbuka dengan Mahasiswa

--

RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza menilai maraknya demo mahasiswa belakangan ini terjadi lantaran ada pesan penting soal Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tak sampai hingga ke kalangan kampus.

"PKB melihat kritik terhadap MBG dan KDMP sebagai pesan kepada pemerintah bahwa selama hampir 1,5 tahun ini program ketahanan pangan, pembangunan generasi unggul dan penguatan perekonomian rakyat belum tersampaikan secara merata kepada kalangan mahasiswa," kata Faisol Riza, Rabu (17/6). 

Menurutnya, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Prabowo bahwa menghadapi perubahan-perubahan geopolitik global prioritas utama pemerintah adalah memberikan jaminan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Termasuk MBG yang juga bertujuan mencetak generasi unggul." 

"Mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki peran krusial dalam mengawal jalannya demokrasi. PKB percaya bahwa semua, termasuk teman-teman mahasiswa, dapat memahami substansi program pemerintah ini adalah kebutuhan bersama saat ini," kata pria yang juga Wakil Menteri Perindustrian itu. 

Namun, PKB tidak menutup mata dengan berbagai laporan terjadinya penyimpangan dan pelanggaran hukum terkait pelaksanaan program-program pemerintah tersebut.

"Dari sisi tata kelola dan teknokrasinya tentu membutuhkan banyak sekali pembenahan dan penyempurnaan. Ditahannya pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu yang lalu, membuktikan pemerintah tidak menutup mata atas pelanggaran hukum. Kami terus mengawasi dan mengawalnya hingga semua dapat dilaksanakan transparan sesuai aturan hukum," ujarnya. 

"Untuk itu, DPP PKB menginstruksikan kepada seluruh DPC PKB melakukan dialog produktif dengan teman-teman mahasiswa di kampus-kampus yang berada di kabupaten atau kota masing-masing. Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, PKB wajib menjelaskan secara substansial program-program prioritas Presiden Prabowo," imbuh Faisol.

Menurutnya, beragam bentuk diskusi produktif penting untuk membangun kesamaan pandangan.

"Laksanakan diskusi secara terbuka untuk mendengar saran-saran perbaikan dan penyempurnaan berbagai program prioritas tersebut. Kami yakin, Gen Z yang sekarang banyak menjadi mahasiswa memiliki pandangan-pandangan konstruktif yang bisa membantu pemerintah menyempurnakan pelaksanaan program-program tersebut," tutur Faisol. 

"Perbedaan-perbedaan pandangan harus terus dijaga, tetapi juga perlu memperkuat persatuan nasional dalam mengatasi berbagai masalah yang akan terus datang," imbuhnya. (**)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan