Digitalisasi Pendidikan, Mafindo Latih 68 Guru Bengkulu Manfaatkan AI
--
RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO - Sebanyak 68 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Provinsi Bengkulu mengikuti pelatihan bertajuk “Kelas Kecerdasan Artifisial (KA) – AI Goes To School” yang digelar di Unit Pelaksana Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Universitas Bengkulu, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemampuan guru menghadapi perkembangan teknologi di era digital.
Pelatihan tersebut diinisiasi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Bengkulu yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Program ini merupakan bagian dari target nasional Mafindo untuk menjangkau 10.000 guru di 40 kota di Indonesia dalam kurun waktu 18 bulan, dengan dukungan dari Google.org, AVPN, serta Asian Development Bank (ADB).
Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu, Dr. Gushevinalti, M.Si., mengatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan harus diimbangi dengan literasi digital serta pemahaman etika yang kuat.
“AI ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan dengan bijak, teknologi ini dapat membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun jika tidak dipahami dengan baik, justru bisa menimbulkan persoalan baru dalam integritas akademik,” ujar Gushevinalti.
Ia menegaskan, melalui pelatihan ini para guru diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi navigator yang membimbing siswa dalam memanfaatkan teknologi secara tepat.
“Kami ingin para guru tidak sekadar menjadi pengguna pasif, tetapi mampu membimbing siswa. Guru harus memahami etika penggunaan AI agar teknologi ini menjadi alat pendukung pembelajaran dan administrasi yang lebih efektif,” jelasnya.
Penanggung jawab kegiatan, Fonika Thoyib, M.I.Kom., menambahkan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan pendidikan secara bertanggung jawab dan inklusif.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kepala Subbagian Bidang Pemantauan Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Sastro Pardianto, S.Pd., M.A.P., mengapresiasi langkah Mafindo dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi.
“Kehadiran AI menuntut kita untuk lebih adaptif, kritis, dan bijaksana. Guru harus tetap menjunjung tinggi nilai etika dan kemanusiaan dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkualitas,” kata Sastro.
Dalam sesi pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari dua instruktur utama, yakni Dr. Gushevinalti, M.Si., dan Iyud Dwi Mursito, M.I.Kom., yang didampingi sejumlah asisten instruktur. Para guru diajak mengeksplorasi potensi AI dalam menciptakan konten pembelajaran kreatif yang lebih efisien.
Melalui sesi praktik langsung, para peserta juga mencoba membuat media pembelajaran berbasis audio dan visual dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan seperti Suno dan Dremina. Platform tersebut memungkinkan guru menghasilkan materi ajar yang interaktif tanpa memerlukan kemampuan teknis yang rumit.
Untuk memastikan keberlanjutan program, panitia juga menyediakan akses ke platform Learning Management System (LMS) sehingga para guru di Provinsi Bengkulu dapat terus mempelajari materi secara mandiri setelah pelatihan tatap muka berakhir.(rls)