Pembayaran 100 Persen di Bulan Oktober 2025, Hingga Februari 2026 Seragam Belum Tuntas, Begini Kata Penyedia

--

RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO - Dugaan kejanggalan pengadaan seragam olahraga guru ASN di bawah naungan Dinas Dikbud Kabupaten Bengkulu Tengah senilai Rp400 jutaan kian menguat saja. Kabar terbaru dihimpun, pembayaran atas seragam yang dipesan kepada penyedia sebanyak 1.170 stel sudah 100 persen di bulan Oktober 2025 lalu. Sementara terungkap fakta hingga Februari 2026 ini seragam belum sepenuhnya diterima sesuai pesanan.

Meski dalihnya 500 stel lebih seragam dalam proses penggantian di pabrik lantaran ukurannya tidak sesuai dengan yang diorder sehingga ditolak pihak dinas saat serah terima lalu, sekitar bulan September 2025.

BACA JUGA:Patuh Perda Ramadhan, Rumah Makan di Bengkulu Tengah Tutup Sebagian

Saat dikonfirmasi kembali, pihak penyedia dalam hal ini Adi menegaskan bahwa memang kekeliruan bukan pada pihak dinas, data ukuran seragam yang diberikan di awal sudah sesuai. Akan tetapi dari pabrik yang beranggapan banyaknya pesanan ukuran S, M dan L beranggapan untuk mengganti menjadi jenis ukuran all size.

"Kalau di ukuran besar seperti XL dan XXL itu tidak ada yang bermasalah. Karena kemarin data dari Dikbud itu ada beberapa seperti S, M dan L yang hampir setengah, pihak pabrik berinisiatif mungkin juga untuk memangkas kebutuhan sehingga menetapkan dalam ukuran all size," kata Adi.

BACA JUGA:159 Pelajar Daftar Capaskibra Bengkulu Tengah, SMA Negeri 3 Bengkulu Tengah Terbanyak

"Sedangkan kita tahu sendiri kalau memang ukuran itu walaupun badannya kecil tetapi tinggi setiap orang berbeda-beda, sedangkan all size itu satu ukuran. Jadi ada yang gantung untuk panjangnya. Kalau Dikbud itu memberikan ukuran dari para guru sesuai dengan ukuran baju yang mereka sering gunakan," tambah Adi.

Adi menambahkan, mengenai hal tersebut dirinya tentu akan menyelesaikan dengan saat ini masih dalam pemesanan untuk mencukupi kekurangan tersebut. Hanya saja masih terkendala di dana karena pihak pabrik baru bersedia mengirimkan barang setelah pelunasan.

BACA JUGA:Gerakan Indonesia Asri Sejalan Program Presiden, Plt Kadis Dikbud Imbau Kepsek Proaktif

"Mengenai hal ini tentu saya akan selesaikan dan sekarang sedang dalam pemesanan. Kalau barangnya itu sudah selesai, tinggal pengiriman dari Jakarta ke Bengkulu. Pihak pabrik juga tidak bisa memberikannya sebelum lunas dari kita" pungkas Adi.(one)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan