Tanpa Satupun Anggota Dewan Hadir, Musrenbangcam Pondok Kubang dan Talang Empat Tuai Kekecewaan
--
RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO - Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) menjadi forum strategis bagi kepala desa dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan secara langsung kepada pemerintah daerah dan anggota DPRD. Namun, harapan tersebut tak sepenuhnya terwujud dalam Musrenbangcam tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Pondok Kubang.
Setelah sebelumnya Musrenbangcam Kecamatan Talang Empat menuai kekecewaan akibat absennya anggota DPRD, kondisi serupa kembali terjadi di Kecamatan Pondok Kubang. Tak satu pun anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah hadir dalam forum tersebut, meski undangan telah disampaikan secara resmi.
BACA JUGA:Musrenbang Tak Dihadiri Anggota Dewan, Staf Ahli Bupati dan Camat Luapkan Kekecewaan
Camat Pondok Kubang, Hendri Irawan, S.Sos membenarkan tidak adanya kehadiran anggota DPRD pada Musrenbangcam tersebut. Padahal, berdasarkan undangan, terdapat delapan anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat yang diharapkan hadir.
“Benar, tidak ada satu pun anggota dewan yang hadir. Padahal undangan sudah kami sampaikan secara resmi, baik kepada unsur pimpinan maupun anggota DPRD dari Dapil II. Sesuai undangan, ada delapan orang anggota dewan,” ujar Hendri.
BACA JUGA:Dugaan Penyelewengan Dana Desa Padang Burnai Masih Diusut, Kerugian Negara Ditaksir Lebih Rp100 Juta
Meski demikian, Hendri menyebutkan pelaksanaan Musrenbangcam tetap berlangsung dengan lancar dan dihadiri banyak unsur penting, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kepala sekolah, hingga unsur TNI dan tokoh masyarakat.
“Peserta yang hadir sangat ramai. Seluruh OPD hadir, baik kepala maupun perwakilan, seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Pondok Kubang, Puskesmas, KUA, Koramil, Danramil, para kepala desa, BPD, serta tokoh masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA:Tegakkan Disiplin, Plt Kadis Dikbud Warning Oknum Kabid Jarang Ngantor
Hendri mengakui, secara pribadi absennya anggota DPRD tidak mengganggu jalannya kegiatan. Namun, kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan kepala desa dan tokoh masyarakat yang berharap wakil rakyat hadir langsung mendengar aspirasi mereka.
“Kalau bagi saya pribadi tidak terlalu menjadi persoalan. Tapi para kepala desa dan tokoh masyarakat merasa kecewa, karena forum ini adalah tempat menyalurkan aspirasi. Wakil rakyat sudah diundang, tetapi tidak hadir,” pungkas Hendri. (one)