Rambo Batman
--
Kenapa Amerika tidak jadi datang? Yang pasti Iran bukan Venezuela. Sekutu AS di sekitar Iran sendiri minta serangan itu jangan dilakukan: perang bisa meletus.
Di Venezuela tidak satu pun perlawanan dilakukan. Tidak satu pun senjata menyalak ke arah pasukan Amerika yang datang ke sana. Apalagi roket anti serangan udara. Semuanya bisu. Semuanya kelu.
Itu yang dianggap mustahil terjadi di Iran. Tapi Trump selalu punya kalimat untuk menjelaskan mengapa pasukan Amerika tidak jadi datang ke Iran.
"Sudah tidak ada pembunuhan aktivis lagi di sana. Mereka berjanji tidak akan melakukan kekerasan lagi".
Itu berarti keadaan di dalam negeri Iran sudah mulai terkendali.
Saya menduga: dari 3.000 yang tewas itu sebagian sudah lama masuk daftar hitam penguasa Iran. Yakni mereka yang dianggap ''musuh negara''. Atau dalam bahasa patriotisme mereka itu dianggap ''pengkhianat negara'' –dan hukumannya adalah mati.
Begitu banyak mata-mata yang berpihak ke Israel di Iran.
Misalnya bagaimana serangan jarak jauh yang dilakukan Israel ke ibu kota Iran yang lalu begitu akuratnya. Pastilah karena banyak orang Iran sendiri yang jadi mata-mata.
Dari merekalah diketahui di mana Ismael Haniyeh menginap. Tokoh utama Hamas dari Palestina itu sedang bertamu ke Iran. Bangunan tempatnya menginap dibom dari Israel nan jauh: hancur. Haniyeh tewas. Iran seperti ditampar di jidat: tidak bisa melindungi tamu negara.
Setelah batal datang ke Iran, kini tinggal Greenland: tapi tidak ada gerakan oposisi di dalam wilayah Greenland. Justru mereka membuat demo besar dalam suasana bersalju: menolak Amerika, tetap berada di bawah Denmark.
Tentu Trump masa bodoh dengan penolakan seperti itu. Trump punya kepentingan pribadi yang sangat besar: Pemilu di bulan November depan. Di Pemilu itu nanti diperkirakan Partai Republik kalah. Gara-gara Trump.
Kekalahan itu akan membuat mayoritas kursi di DPR dan DPD Amerika tidak lagi dipegang Partai Republik. Trump akan berantakan.
Sekarang saja, dengan hanya menang tipis, sudah mulai muncul tanda-tanda penentangan kepada Trump: resolusi yang diajukan Partai Demokrat baru saja disetujui Senat. Jumat kemarin. Empat anggota Senat dari Partai Republik berpihak ke resolusi Demokrat.
Intinya: Senat menyetujui bahwa tarif adalah masuk kategori pajak. Berarti Trump tidak bisa mengenakan tarif bea masuk begitu saja: harus mendapat persetujuan Senat.
Tapi masih ada waktu. Trump masih bisa mengusahakan mendapat simpati di dalam negeri. Penangkapan Maduro mendapat tepuk tangan luar biasa –meski ada juga yang mencibirkannya.