Pencairan THR TPG Diperkirakan Jelang Idulfitri, Guru Bengkulu Tengah Mengeluh

Suparman, Ketua PGRI Bengkulu Tengah--

RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO - Keterlambatan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) Tunjangan Profesi Guru (TPG) 100 persen serta gaji ke-13 di Kabupaten Bengkulu Tengah menuai keluhan dari para guru. Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 telah ditetapkan, pencairan tunjangan tersebut diperkirakan baru akan dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sejumlah guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) menilai rentang waktu pencairan tersebut terlalu lama. Mereka berharap pemerintah daerah dapat mempercepat proses pencairan agar hak guru dapat diterima dalam waktu dekat, terutama di awal tahun.

BACA JUGA:Kecelakaan Lalu Lintas di Desa Taba Pasmah, Motor Ringsek Usai Tabrak Mobil

Salah seorang guru di Kecamatan Pondok Kubang mengungkapkan, tambahan TPG 100 persen untuk THR dan gaji ke-13 sejatinya telah tersedia di kas daerah. Menurutnya, proses administrasi seperti rekonsiliasi seharusnya dapat diselesaikan lebih cepat.

“Tambahan TPG 100 persen untuk THR dan gaji ke-13 itu sudah masuk ke kas daerah. Kalau pun ada proses rekonsiliasi, jangan terlalu lama. Kewajiban kami sebagai guru tetap berjalan tanpa penundaan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan guru lainnya yang mengaku setiap hari menantikan kabar pencairan TPG yang menjadi hak mereka. Ia menyebut, beberapa daerah lain di Provinsi Bengkulu bahkan telah merealisasikan pembayaran tersebut.

BACA JUGA:Perangi Kemiskinan, Dinsos Bengkulu Tengah Kembangkan Sekolah Rakyat di 2026

“Setahu saya, di beberapa daerah seperti Kabupaten Kepahiang sudah disalurkan. Semoga di Bengkulu Tengah prosesnya bisa segera dilakukan,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bengkulu Tengah, Suparman, M.Pd, membenarkan bahwa pihaknya kerap menerima pertanyaan dari para guru terkait kepastian waktu pencairan THR TPG 100 persen dan gaji ke-13. Pertanyaan tersebut disampaikan baik secara langsung maupun melalui pesan singkat.

BACA JUGA:Imbas Polemik dan Laporan LSM, Desa-desa di Pondok Kubang Dimonev DPMD

Menurut Suparman, tunjangan tersebut sangat dinantikan para guru, terutama untuk memenuhi kebutuhan ekonomi di awal tahun.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai kepastian pembayarannya. Walaupun dananya sudah tersedia, pencairan tidak bisa langsung dilakukan karena masih harus melalui proses administrasi. Namun, kami sangat berharap bisa terealisasi dalam waktu dekat,” tutup Suparman.(iza)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan