Pasar Sepeda Motor 2026, AISI: Masih Ada Ruang untuk Tumbuh

--

RAKYATBENTENG.BACAKORAN.CO - Industri sepeda motor nasional masih menyimpan optimisme memasuki 2026. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan pasar roda dua domestik tetap memiliki ruang untuk tumbuh.

Kendati demikian, AISI mengakui tetap harus berhadapan dengan sejumlah tantangan struktural dan eksternal. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyebut kebijakan pajak opsen daerah menjadi tantangan terberat di awal tahun.

Pemberlakuan opsen di sejumlah wilayah dinilai berpotensi menekan permintaan jika tidak diimbangi kebijakan pendukung. “Kami memahami kebutuhan peningkatan pendapatan daerah. Namun, jika ada kenaikan opsen, kami berharap disertai insentif, khususnya dengan tidak menaikkan pajak kendaraan agar tidak berdampak ke permintaan konsumen,” ujar Sigit dalam keterangannya, Sabtu (10/1). Di luar faktor domestik, dinamika geopolitik global juga turut memberi tekanan.

Ketidakpastian global berimbas pada harga komoditas, biaya logistik, hingga stabilitas ekonomi nasional. Kondisi cuaca yang memengaruhi sektor pertanian dan daya beli masyarakat menjadi tantangan tambahan yang perlu diantisipasi sepanjang 2026.

Meski demikian, AISI memandang pasar masih relatif solid. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, penjualan sepeda motor nasional tahun ini diproyeksikan stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

Peran perusahaan pembiayaan dinilai krusial dalam menjaga ritme pasar. Sekitar 65 persen pembelian sepeda motor di Indonesia dilakukan secara kredit. Hal itu menjadikan industri pembiayaan sebagai penopang utama permintaan, terutama di tengah penurunan daya beli kelas menengah. Sepanjang 2025, AISI mencatat penjualan sepeda motor mencapai 6.412.769 unit, sesuai target yang dicanangkan. 

Rata-rata penjualan bulanan berada di angka 535 ribu unit, mencerminkan peran sepeda motor sebagai alat transportasi paling efisien untuk kebutuhan ekonomi, mobilitas harian, hingga gaya hidup. Dari sisi segmen, skutik masih mendominasi pasar dengan kontribusi 91,7 persen. Motor underbone menyumbang 4,46 persen, tipe sport 3,51 persen, sementara sepeda motor listrik masih berada di bawah satu persen.

AISI berharap tren positif itu dapat berlanjut agar industri sepeda motor tetap menjadi penggerak ekonomi nasional. (**)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan