Golongan ringan: 3-5 kali/hari dengan tinja berair
Golongan sedang: 6-10 kali/hari dengan tinja berair
Golongan keparahan: 10 kali/hari dengan tinja berair
Diare lebih dari 10 kali/hari dengan tinja berair bisa menyebabkan dehidrasi
Sebaliknya tinja encer atau cair tidak menyebabkan dehidrasi asalkan tetap memenuhi kebutuhan cairan selama anak muntah dan diare berlangsung.
Bagaimana cara mengatasi anak muntah dan mencret?
Cara mengatasi anak muntah dan mencret pada dasarnya sangat mudah. Melansir Very Well Health berikut adalah beberapa cara yang bisa Ibu lakukan di rumah:
1. Perhatikan asupan cairan pada anak. Usahakan memberikan cairan yang cukup saat anak muntah dan mencret untuk menghindari dehidrasi
2. Beri si kecil makanan dalam porsi kecil sedikit demi sedikit, pilih makanan yang mudah dicerna tubuh seperti; buah pisang, bubur atau roti
3. Jangan beri anak antibiotik tanpa resep yang jelas dari dokter. Apalagi anak muntah dan diare lebih disebabkan oleh virus yang tidak perlu diobati dengan antibiotik
4. Berikan obat anti muntah pada anak untuk membantunya terhindar dari dehidrasi.
BACA JUGA:Sandang Predikat Kualitas Tinggi, Pemkab Benteng Terima Piagam Penganugerahan dari Ombudsman
BACA JUGA:Spesifikasi Mobil Pindad Maung MV2 Siap Diproduksi untuk Sipil
Pertolongan pertama saat anak muntah dan mencret
Menjaga agar si kecil terhindar dari dehidrasi saat anak muntah dan diare sangat penting. Sehingga otomatis pertolongan pertama yang harus dilakukan oleh orang tua adalah menjaga agar anak tetap terhidrasi dengan baik.
Jika anak masih minum susu, berikan ASI atau susu formula sesuai keinginan anak. Apabila ia tak mau minum susu, berikan air putih agar tetap ada cairan yang masuk ke tubuhnya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dengan mengajarkan anak cuci tangan dengan benar, baik sebelum ataupun sesudah makan serta setelah keluar dari toilet.